BAB 2 Ayat-ayat Al-Qur'an tentang Etos Kerja
A. Q.S. Al-Mujaadalah Ayat 11
B. Q.S. Al-Jumu'ah Ayat 9-10
C. Penerapan Sikap dan
Perilaku
A.
Q.S. Al-Mujaadalah Ayat 11
“Wahai orang-orang yang beriman! Apabila dikatakan kepadamu
berlapang-lapanglah pada majlis-majlis, maka lapangkanlah, niscaya Allah akan
melapangkan bagi kamu. Dan jika dikatakan kepada kamu ; Berdirilah ! ",
maka berdirilah Allah akan mengangkat orang-orang yang beriman di antara kamu dan
orang~rang yang diberi ilmu beberapa derajat ; Dan Allah dengan apapun yang
kamu kerjakan adalah Maha Mengetahui.
Isi Kandungan Q.S.
Al-Mujaadalah Ayat 11:
Surah
al-Mujadalah/58 ayat 11 menjelaskan keutamaan orang-orang beriman dan
berilmu pengetahuan. Kalau surah ar-Rahman/55 ayat 33 menjelaskan
pentingnya ilmu pengetahuan, maka ayat ini menegaskan bahwa orang yang beriman
dan berilmu pengetahuan akan diangkat derajatnya oleh Allah Swt.
Mengapa
orang yang beriman dan berilmu pengetahuan akan diangkat derajatnya? Sudah
tentu, orang yang beriman dan memiliki ilmu pengetahuan luas akan dihormati
oleh orang lain, diberi kepercayaan untuk mengendalikan atau mengelola apa saja
yang terjadi dalam kehidupan ini. Ini artinya tingkatan orang yang beriman dan
berilmu lebih tinggi di banding orang yang tidak berilmu.
Akan
tetapi perlu diingat bahwa orang yang beriman, tetapi tidak berilmu, dia akan
lemah. Oleh karena itu, keimanan seseorang yang tidak didasari atas ilmu
pengetahuan tidak akan kuat. Begitu juga sebaliknya, orang yang berilmu, tetapi
tidak beriman, ia akan tersesat. Karena ilmu yang dimiliki bisa jadi tidak
untuk kebaikan sesama.
B. Q.S. Al-Jumu’ah Ayat 9-10

Artinya:
9. Hai orang-orang beriman, apabila diseru untuk menunaikan shalat Jum'at, Maka bersegeralah kamu kepada mengingat Allah dan tinggalkanlah jual beli[a]. yang demikian itu lebih baik bagimu jika kamu mengetahui.
9. Hai orang-orang beriman, apabila diseru untuk menunaikan shalat Jum'at, Maka bersegeralah kamu kepada mengingat Allah dan tinggalkanlah jual beli[a]. yang demikian itu lebih baik bagimu jika kamu mengetahui.
10. apabila telah
ditunaikan shalat, Maka bertebaranlah kamu di muka bumi; dan carilah karunia
Allah dan ingatlah Allah banyak-banyak supaya kamu beruntung.
Isi Kandungan Q.S. Al-Jumu’ah Ayat
9-10:
Para fukaha (ahli fikih) menjadikan
ayat dalam Surah al-Jumuah ini sebagai dalil tentang hukum melaksanakan
salat Jumat. Salat Jumat hukumnya adalah wajib bagi setiap muslim sehingga
ketika seseorang sedang berjual beli, dianjurkan untuk meninggalkan
sejenak dan segera menunaikan salat Jumat. Jika Surah al-Jumu’ah [62] ayat
9–10 dikaitkan dengan tema etos kerja, penjelasannya sebagai berikut.
a. Perlunya Keseimbangan antara
Urusan Dunia dan Akhirat
Pada saat kita menyelesaikan
pekerjaan jenis apa pun yang menyangkut urusan duniawi, tetap diharuskan
meninggalkannya jika mendengar panggilan azan. Perintah ini menunjukkan
pentingnya menyeimbangkan urusan duniawi dan ukhrawi. Kita dibolehkan
mengejar kehidupan duniawi, tetapi tidak boleh terlena
sehingga lupa pada kehidupan akhirat. Hal ini karena kerja kita
telah diniatkan untuk mencari rida Allah sehingga jika ada
panggilan untuk ibadah kepada-Nya, tidak boleh enggan
mengerjakan. Jika salat telah dikerjakan, kita pun
diperbolehkan untuk kembali melanjutkan aktivitas.
Ada juga pesan yang sangat
populer dari Abdullah bin Umar r.a. yang Artinya: ”Bekerjalah untuk
kepentingan duniamu seolah-olah kamu akan hidup selamanya dan bekerjalah
untuk kepentingan akhiratmu seolah-olah kamu akan mati besok.” (H.R.
Baihaqi) Bekerja dengan sungguh-sungguh dan profesional dalam
ajaran Islam sangat diutamakan. Demikian juga khusyuk dalam
ibadah sangat penting agar dapat membekas pada amaliah
sehari-hari, termasuk dalam bekerja.
b. Bekerja Harus Selalu Ingat Allah
Dalam bekerja kita, harus mengingat
Allah sehingga tidak akan terperosok untuk melakukan perbuatan yang tidak
diridai oleh-Nya. Kita dibolehkan mencari karunia Allah sebanyak mungkin,
asal dilakukan dengan cara yang benar. Dengan demikian, Allah pun
akan meluaskan rezeki kepada kita dan memberikan keberuntungan yang berlipat
ganda.
c. Meningkatkan Produktivitas Kerja
Setelah mengerjakan salat Jumat,
kita diperbolehkan untuk melanjutkan aktivitas kerja lainnya. Melakukan
ibadah tidak berarti menghambat produktivitas kerja. Guna mendukung
produktivitas kerja, ada hal-hal tertentu yang penting untuk diperhatikan.
- Bersikap rajin, ulet, dan tidak mudah putus asa.
- Meningkatkan inovasi dan kreativitas.
- Mau belajar dari pengalaman sehingga dapat berbuat lebih baik pada masa datang.
- Memaksimalkan kemampuan diri yang ada dan selalu optimis.
- Berdoa dan bertawakal kepada Allah.
d. Tidak Boleh Menyerah dalam
Bekerja
Dalam kondisi bagaimana pun
kita tidak boleh menyerah dan berputus asa. Jika kita berusaha, Allah
pasti akan mencukupkan kebutuhan hidup kita. Rasulullah saw.
lebih bangga kepada umatnya yang bekerja keras daripada yang
bermalasmalasan. Orang yang bekerja keras juga menunjukkan
sikap syukur terhadap nikmat Allah Swt.
Dari Zubair bin ‘Awwam r.a.,
Rasulullah saw. bersabda yang artinya: Hendaklah salah seorang di antara kamu
mengambil talinya kemudian ia membawa seikat kayu bakar di punggungnya
dan menjualnya, maka Allah dengan hasil itu mencukupkan kebutuhan
hidupnya, itu lebih baik baginya daripada ia memintaminta kepada orang,
baik mereka memberi atau tidak memberinya. (H.R. Bukhari).


Posting Komentar